Struktur Atom
- Pengertian Atom
- Pengertian atom menurut para peneliti
Teori atom Dalton adalah teori paling tua mengenai penjelasan tentang atom.Dalton menjelaskan bahwa atom merupakan suatu zat yang tidak bisa dibagi – bagi lagi, berbentuk seperti bola pejal yang sangat kecil dan jika bergabung membentuk suatu senyawa.
2.Teori Atom Thomson (1897)
menggunakan hasil penelitian dan penemuan tabung katode oleh William Crookers. J.J Thomson pun mulai meneliti terkait sinar katode yang mampu menggerakan baling-baling dalam percobaan tabung katode. Dari hasil percobaan tabung katode tersebut dapat dipastikan bahwa sinar katode merupkan salah satu perikel penyusun dalam atom yang bermuatan negatif.
Dengan hasil percobaan dan penelitian terkait struktur atom yang dilakukan oleh Thomson. Maka, Thomson pun menyatakan bahwa “Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”. Dimana, hasilnya disebut model atom roti kismis.
3.Teori Atom Rhuterford (1911)
Ernest Rutherford (1911) melakukan percobaan untuk mencari struktur atom yang benar. Dengan bantuan dari kedua muridnya Hans Geiger dan Ernest Marsden. Rutherford melakukan eksperimen dengan menembakkan sinar alfa ke sebuah lepengan emas dengan partikel alfa. percobaan ini dikenal dengan percobaan Geiger-Marsden.
Rutherford menjelaskan dari hasil percobaan yang ia lakukan
- Didalam struktur atom terdapat ruang hampa yang menghasilkan partikel α akan diteruskan.
- Terdapat suatu muatan dalam inti atom dan memiliki massa atau muatan yang sejenis dengan partikel α sejenis yaitu muatan positif; sehingga, sebagian kecil partikel α yang ditembakkan.
- Pada struktur atom terdapat bagian yang kecil dan padat yang rutherfor menyebutnya sebagai inti atom (Nukleus). Sehingga, partikel α yang di tembakkan dan mengenai inti atom akan dipantulkan oleh inti atom tersebut.
Berdasarkan hasil percobaan yang didapatkan oleh Rutherford dan beserta kedua muridnya. Rutherford pun menyatakan bahwa : struktur atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif sebagai pusat massa dan dikelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif yang mengitari inti atom.
Dengan demikian, Rutherford menggambarkan seperti bola yang sebagian besarnya merupakan ruang hampa. Dimana, pada tengah atom merupakan inti atom terdiri dari atom positif. Kemudian, muatan atom yang berada ditengah atom memiliki volume yang sangat kecil yang sebanding dengan muatan atom tersebut.
4.Teori Atom Bhor (1914)
Niels Bohr menggambarkan model atom Bohr dengan bentuk seperti tata surya yang terkadang diistilahkan sebagai model atom tata surya.
Bohr menjelaskan bahwa model atom Bohr sebagai berikut :
- Elektron berada di lintasannya tersendiri mengelilingi inti atom. Dalam hal ini Niels Bohr memisalkan dengan istilah lintasan K, L, M, … dan lintasan seterusnya.
- Setiap elektron yang berotasi pada lintasanya dan bersifat stasioner. Maka, energi elektron terhadap inti atom dalam struktur atom akan bersifat tetap. Artinya, tidak akan ada energi yang diserap ataupun diemisikan satu sama lain.
- Setiap muatan elektron dalam setiap lintasan dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan lain dengan setiap lintasan akan membutuhkan energi yang berbeda. Dari energi yang dibutuhkan oleh setiap elektron disetiap lintasan kulit tersebut akan membuat elektron mampu berpindah dari satu orbit ke orbit lainnya. Dimana, besarnya energi yang diperlukan untuk berpindah dapat dihitung dengan persamaan Planck.
- Setiap Orbit stasioner muatan elektron yang mengelilingi inti atom momentum sudut. Dimana, besarnya jumlah sudut merupakan kelipatan dari nh/2π. Dimana, setiap n merupakan bilangan kulangan kuantum dan h merupakan tetapan Planck. Setiap kulit atom yang dilambangkan dengan n = 1, n = 2, n = 3. dan seterusnya.
Dengan demikian, banyaknya orbit setiap atom dalam tabel periodik memiliki nilai tersendiri dan mempengaruhi banyaknya jumlah elektron pada setiap orbit tersebut.
5.Teori Atom Modern
- Louis de broglie, mengungkapkan teori dualisme geombang dan partikel
- Werner Heisenberg, memliki prinsip ketidakpastian dimana ia tidak bisa memprediksi kecepatan dan lokasi elektron berada pada orbital
- Erwin schrodinger mengungkapkan ada persamaan yang bisa menghitung atau memprediksi menggunakan rumus matematika
Sekian materi yang saya buat,apabila ada kesalahan tulisan atau tahun yang berbeda saya mohon maaf. semoga bisa membantu anda sekalian dan Terimakasih~.


